Masukkan Password
Framer Series Part 3
Menurut saya, ini justru arah yang jauh lebih kuat daripada menjadi channel tutorial biasa.
Namun saya tidak akan meniru mentah-mentah kedua channel tersebut. Saya akan mengambil formula mereka, lalu mengadaptasinya menjadi identitas FramerWave.
Mari kita bedah.
1. Juxtopposed
Yang dijual bukan tutorial.
Yang dijual adalah:
Opinion + Story + Design Analysis
Contohnya:
- Why Every Website Looks the Same
- Why Apple’s UI Feels Different
- The Problem with Modern Web Design
Video mereka menjawab pertanyaan:
“Why?”
bukan
“How?”
Rumus Juxtopposed
Hook
↓
Problem
↓
History
↓
Analysis
↓
Examples
↓
Opinion
↓
Lessons
↓
Conclusion
Contoh.
Why Every Startup Looks Identical
↓
Startup sekarang memakai style yang sama.
↓
Kenapa?
↓
Karena trend.
↓
Contoh.
↓
Dampaknya.
↓
Bagaimana memperbaikinya.
Kenapa View-nya Besar?
Karena penonton tidak harus menggunakan tool tertentu.
Siapa pun yang suka desain bisa menikmati videonya.
2. Flutter
Flutter Dev (terutama channel resmi dan banyak creator Flutter) lebih banyak memakai pendekatan:
Feature Exploration
Formatnya:
New Feature
↓
Demo
↓
Explanation
↓
Real Example
↓
Best Practice
Video biasanya:
Hari ini kita belajar fitur baru.
Kalau FramerWave Meniru Flutter 100%
Menurut saya akan sulit.
Karena:
- Framer update tidak sesering Flutter.
- Fitur Framer lebih sedikit.
- Materi cepat habis.
Yang Menurut Saya Lebih Menarik
Gabungkan keduanya.
Misalnya.
Formula Baru FramerWave
Question
↓
Problem
↓
Research
↓
Build
↓
Analysis
↓
Result
↓
Recommendation
Contoh.
Video
Why Most Framer Websites Feel Generic
Isi.
Hook
↓
Cari 100 website Framer
↓
Apa masalahnya
↓
Kenapa bisa begitu
↓
Coba redesign
↓
Bandingkan
↓
Kesimpulan
Video
Can AI Design Better Than Humans?
Hook
↓
Test Claude
↓
Test ChatGPT
↓
Test Human
↓
Bandingkan
↓
Verdict
Saya Justru Akan Membuat FramerWave Lebih Dekat ke Documentary
Misalnya.
Episode
I Studied 500 Framer Websites
↓
Apa yang saya temukan?
↓
Pattern
↓
Mistakes
↓
Best Practice
↓
Conclusion
Episode
Why Premium Websites Feel Premium
↓
Research
↓
Examples
↓
Animation
↓
Typography
↓
Spacing
↓
Summary
Episode
The Psychology Behind Great Landing Pages
↓
Theory
↓
Examples
↓
Framer Demo
↓
Takeaway
Lihat bedanya.
Bukan.
Hari ini kita belajar Auto Layout.
Tetapi.
Kenapa layout website Stripe terasa lebih premium?
Lalu baru masuk Framer.
Formula Juxtopposed + Framer
Saya menyebutnya:
Design Documentary
Question
↓
History
↓
Problem
↓
Research
↓
Examples
↓
Framer Demo
↓
Takeaways
Contoh.
Why Modern Websites Feel Boring
↓
Lihat trend.
↓
Cari penyebab.
↓
Analisis.
↓
Masuk Framer.
↓
Redesign.
↓
Lessons.
Formula Juxtopposed + AI
Misalnya.
Can AI Replace Landing Page Designers?
↓
Background.
↓
Eksperimen.
↓
Claude.
↓
Lovable.
↓
Framer.
↓
Compare.
↓
Verdict.
Formula Juxtopposed + Affiliate
Misalnya.
I Tested 25 Framer Templates
↓
Research.
↓
Category.
↓
Score.
↓
Build.
↓
Winner.
↓
Affiliate.
Saya Akan Mengurangi Tutorial
Misalnya.
Daripada.
Framer CMS Tutorial
Saya ubah menjadi.
I Built Three Blogs in Framer — Which CMS Workflow Wins?
Masih mengajarkan CMS.
Tetapi.
Jauh lebih menarik.
Yang Akan Menjadi DNA FramerWave
Saya ingin semua video memiliki satu pertanyaan besar.
Misalnya.
Why...
Can...
Should...
What Happens If...
I Tried...
I Tested...
Everyone Says...
The Truth About...
Hampir tidak ada video yang dimulai dengan:
How to…
Strategi Konten 2026–2030 yang Saya Rekomendasikan
Kalau saya yang membangun FramerWave, saya akan menggabungkan kekuatan beberapa tipe channel, bukan hanya dua yang Anda sebutkan:
| Inspirasi | Yang Diambil | Adaptasi untuk FramerWave |
|---|---|---|
| Juxtopposed | Storytelling, opini, analisis desain | Membahas mengapa suatu website berhasil atau gagal, lalu menunjukkan implementasinya di Framer. |
| Fireship | Penjelasan cepat, humor ringan, visual padat | Ringkasan update Framer, AI, atau tools web development dengan tempo tinggi. |
| Theo | Perspektif industri dan opini teknis | Membahas tren Framer, AI, workflow, dan keputusan teknologi. |
| DesignCourse | Analisis UI/UX dan redesign | Mengkritik dan memperbaiki website nyata menggunakan Framer. |
| Matt Wolfe | Eksperimen AI | Menguji Claude, ChatGPT, Cursor, Lovable, dan tools lain untuk membangun website. |
Posisi unik FramerWave
Saya tidak akan memosisikannya sebagai:
“Channel yang mengajarkan Framer.”
Tetapi sebagai:
“Channel yang menjelaskan bagaimana website modern dibuat menggunakan Framer dan AI.”
Perbedaan ini penting. Dengan posisi tersebut, FramerWave tidak bergantung pada update fitur Framer saja, tetapi bisa membahas desain, UX, AI, workflow, bisnis web, eksperimen, dan tren industri—semuanya tetap relevan dengan keyword Framer dan memiliki umur konten yang jauh lebih panjang.
Saya justru lebih setuju dengan arah ini.
Kalau yang Anda maksud adalah gaya penyampaian (presentation style), menurut saya ini jauh lebih premium daripada membuat channel tutorial biasa.
Empat channel yang Anda sebut sebenarnya punya DNA yang mirip, meskipun topiknya berbeda.
- Juxtopposed → Design essay + visual storytelling.
- UXPeak → Mengajarkan UX melalui before/after, alasan desain, dan contoh nyata, bukan sekadar teori. (Uxpeak)
- Kole Jain → Singkat, padat, sangat visual, fokus pada prinsip desain melalui redesign dan kesalahan umum, bukan langkah teknis. (BuildOS)
- Flutter → Sangat visual, menunjukkan hasil terlebih dahulu baru menjelaskan proses.
Yang mereka jual sebenarnya bukan informasi.
Mereka menjual cara berpikir.
Yang Saya Perhatikan dari Semua Channel Itu
Mereka hampir tidak pernah mengajar seperti dosen.
Mereka mengajak penonton berpikir.
Misalnya.
Tutorial biasa:
Hari ini kita belajar Auto Layout.
Sedangkan Juxtopposed:
Why does Apple’s UI feel so expensive?
Kole Jain:
7 UI Mistakes That Scream Beginner
UXPeak:
Stop doing this.
↓
Show.
↓
Here’s why.
↓
Here’s the better version.
Mereka Selalu Memulai dari Hasil
Ini penting sekali.
Tutorial biasa:
Open Framer
↓
Create Frame
↓
Insert Section
↓
...
Mereka tidak begitu.
Mereka mulai dari.
WOW.
↓
Kenapa website ini bagus?
↓
Mari kita bedah.
↓
Oh ternyata karena...
↓
Sekarang saya tunjukkan di Framer.
Hasil dulu.
Tutorial belakangan.
Formula Juxtoposed
Hook
↓
Curiosity
↓
History
↓
Problem
↓
Examples
↓
Analysis
↓
Opinion
↓
Takeaways
Formula UXPeak
UXPeak lebih sistematis.
Bad Example
↓
Why It Fails
↓
Good Example
↓
Why It Works
↓
Rule
↓
Real Application
Mereka menggunakan pendekatan “right vs wrong” secara konsisten. (Uxpeak)
Formula Kole Jain
Menurut saya ini yang paling cocok untuk FramerWave.
Mistake
↓
Visual Comparison
↓
Reason
↓
Fix
↓
Result
↓
Rule
Contohnya.
Shadow terlalu besar.
↓
Lihat.
↓
Kenapa jelek.
↓
Perbaiki.
↓
Lihat hasilnya.
↓
Rule.
Tidak banyak teori.
Saya Akan Menggabungkan Semuanya
Saya menyebutnya.
FramerWave Formula
Question
↓
Visual Hook
↓
Bad Example
↓
Why
↓
Research
↓
Live Fix
↓
Result
↓
Principle
↓
Action
Contoh.
Video
Why Most Framer Websites Feel Cheap
0:00
Tampilkan.
Website A.
Website B.
Tanpa penjelasan.
Tanya.
Which one looks premium?
↓
Semua orang pilih B.
↓
Kenapa?
↓
Spacing.
↓
Typography.
↓
Animation.
↓
Sekarang buka Framer.
↓
Perbaiki.
↓
Before.
↓
After.
↓
Lessons.
Video Kedua
5 Animations That Make Websites Feel Premium
Bukan.
Tutorial.
Tetapi.
Website
↓
Animation
↓
Psychology
↓
Demo
↓
Framer
↓
Result
Video Ketiga
Why Stripe’s Website Feels So Good
↓
Website tour.
↓
Bedah spacing.
↓
Bedah typography.
↓
Bedah hierarchy.
↓
Masuk Framer.
↓
Recreate.
↓
Lessons.
Gaya Editing
Menurut saya ini yang paling penting.
Saya bahkan tidak terlalu peduli dengan Framer.
Saya lebih peduli.
Apakah videonya enak ditonton?
Style
Bukan.
Talking head.
Lebih seperti.
Motion Graphics
↓
Zoom
↓
Highlight
↓
Cursor
↓
Arrow
↓
Comparison
↓
Callout
↓
Animation
Semuanya bergerak.
Narasi
Bukan.
Klik tombol ini.
Tetapi.
Notice something strange?
↓
This button is actually doing two jobs at once.
↓
That’s why it feels confusing.
↓
Let me show you.
Ini jauh lebih engaging.
Editing Rhythm
Saya menyarankan.
Setiap.
5–8 detik.
Harus ada.
Sesuatu berubah.
Misalnya.
- zoom
- cut
- animation
- highlight
- diagram
- comparison
- sound effect
- screenshot
- UI movement
Jangan pernah ada layar diam lebih dari 10 detik.
Thumbnail
Semua channel di atas punya pola yang sama.
Bukan screenshot.
Tetapi.
One Big Idea.
Misalnya.
BAD
GOOD
atau.
BEFORE
AFTER
atau.
AI
HUMAN
Sangat sederhana.
Saya Bahkan Akan Mengubah Semua Video Menjadi Mini Documentary
Misalnya.
How To Build a Landing Page
↓
Diubah menjadi.
Why 90% of Landing Pages Fail
↓
Analisis.
↓
Research.
↓
Contoh.
↓
Framer.
↓
Result.
Masih mengajarkan.
Tetapi.
Terasa seperti documentary.
Menurut Saya, Ini yang Akan Menjadi “DNA” FramerWave
Kalau saya yang mendesain channel ini, saya akan membuat setiap video terasa seperti gabungan:
- 40% Juxtopposed → storytelling, opini, dan analisis visual.
- 30% UXPeak → framework yang jelas, before/after, dan prinsip yang bisa langsung diterapkan.
- 20% Kole Jain → penyampaian cepat, visual, fokus pada satu masalah dan satu solusi yang konkret.
- 10% Fireship → tempo cepat, humor ringan, dan editing yang padat.
Yang tidak akan saya tiru adalah identitas atau gaya bicara mereka. Yang saya tiru adalah struktur penyampaian:
- mulai dari pertanyaan, bukan fitur,
- tunjukkan hasil sebelum proses,
- jelaskan mengapa, bukan hanya bagaimana,
- dan tutup dengan prinsip yang bisa diterapkan di proyek lain.
Menurut saya, kombinasi seperti ini akan membuat FramerWave terasa seperti channel premium tentang web design dan AI, bukan sekadar channel yang mengajarkan Framer. Itu juga memberi Anda ruang untuk membahas Framer, AI, UX, landing page, konversi, dan bisnis web tanpa kehilangan identitas channel.